Cari Blog Ini

Selasa, 17 Desember 2019

Permasalahan peserta didik di PAUD (Pendidikan Keluarga)



a.      Permasalahan peserta didik di PAUD
1.      Sulit beradaptasi   (Anak yang sangat pemalu )
Memberikan waktu dan kesempatan pada anak  untuk mengenal lingkungan barunya. Tidak  langsung dipaksa untuk mengikuti rutinitas belajar, masuk kelas, dan lain sebagainya. Ketika anak masih merasa canggung, orang tua bisa mendampingi, kemudian secara perlahan membiarkan anak bermain sendiri. Ketika anak telah merasa nyaman dengan lingkungan barunya, maka rasa canggung pun akan segera hilang dengan sendirinya.
2.      Terlambat masuk sekolah
Guru mengajak berbicara dari hati ke hati dengan si anak. Ceritakan betapa serunya kegiatan belajar di sekolah. Katakan padanya bahwa kegiatan sekolah bukan hanya dibatasi ruang kelas. Ada banyak kegiatan belajar seru yang bisa dilakukan di luar kelas yang bisa dirasakan oleh si anak
3.      Sulit Belajar   (tidak pernah fokus dalam belajar/ kegiatan/ malas)
mengajak anak-anak untuk berbicara/  ngobrol dengan ringan dan santai melatih fokus mereka dengan baik. Dengan  cara memberikan permainan singkat atau ice breaking
4.      Sulit Berteman (anak pendiam)
Mengajak teman bermain,  memberi  tugas pada anak yang dikelas supel dan pemberani utk mengajak anak pendiam bermain, selain itu guru sering meminta anak tampil ke depan. Dengan memberi anak tanggung jawab. Misalnya, memasangkan gambar, membantu ibu guru membereskan buku,  membantu temannya. Tugas-tugas itu membangun rasa percaya diri si anak.
5.      Perundungan (bullying) : suka mengejek kekurangan temannya, dan sikap agresif
Mengenalkan perbuatan baik/ tidak baik, benar salah. Menciptakan suasana  sekolah yang aman dan nyaman, dan melatih ketrampilan sosial anak : ramah, suka senyum, peduli pada sesama
6.      Membolos    (malas ke sekolah)
Memberi motivasi pada anak bahwa sekolah itu menyenangkan, karena banyak teman, banyak mainan, banyak pengalaman baru.  Memberikan kegiatan – kegiatan belajar yang menarik dengan melibatkan anak, sehingga anak  jadi suka masuk sekolah
8.      Kecanduan gadget/ dawai (suka bermain games )
Guru bekerjasama dengan orang tua:  bahwa  permainan games  dapat dijadwalkan waktu yang tepat pada anak untuk bermain gadget. Di luar itu, orangtua juga harus menyiapkan kegiatan alternatif , misalnya setiap selesai kegiatan TPQ boleh main20 -  30 menit, atau mungkin anak boleh bermain gadget hanya setiap hari minggu/ libur.
10.  Pencurian (mengambil mainan sekolah /  teman)
Guru menyampaikan dengan  baik  pada orang tua  (jangan sampai orang tua tersinggung), dan Orang tua harus  mau menemani anak untuk  mengembalikan apa yang ia ambil,. Minta anak minta maaf terhadap pemilik barang tersebut, dan minta ia tidak mengulanginya lagi. Juga menyampaikan resiko bila ketahuan mengambil barang orang lain
11.  Pornografi ( suka ngintip teman  perempuan)
Memberikan pendidikan seks  di sekolah (mengenalkan alat – alat reproduksi), mengenalkan cara menghindari orang lain yang ingin menyentuh tubuh kita baik dengan lagu atau dengan cerita boneka. Dan mengenalkan perbuatan yang dilarang agama
12.  Vandalisme  (merusak mainan sekolah)
Guru  harus mampu menemukan penyebabnya, apakah karena memang keingintahuan anak yang sangat besar, ataukah karena ada faktor emosional yang tak memiliki tempat penyaluran. Jika keingintahuan anak begitu besar, maka guru mengarahkan keinginan anak. Jika perlu, perbanyaklah mainan yang sesuai dengan kecenderungannya.  Jika terkait bertambahnya keinginan anak berkegiatan fisik; fasilitasilah. Sibukkan anak dengan kegiatan atau permainan yang banyak menggunakan fisik, ketimbang menggunakan akalnya Jangan menghalangi keingintahuan anak dan jangan membatasi petualangan anak dalam permainannya. Doronglah mereka untuk senantiasa mengembangkan dirinya, sehingga rasa percaya diri mereka pun terbentuk

Permasalahan peserta didik di PAUD (Pendidikan Keluarga)



a.      Permasalahan peserta didik di PAUD
1.      Sulit beradaptasi   (Anak yang sangat pemalu )
Memberikan waktu dan kesempatan pada anak  untuk mengenal lingkungan barunya. Tidak  langsung dipaksa untuk mengikuti rutinitas belajar, masuk kelas, dan lain sebagainya. Ketika anak masih merasa canggung, orang tua bisa mendampingi, kemudian secara perlahan membiarkan anak bermain sendiri. Ketika anak telah merasa nyaman dengan lingkungan barunya, maka rasa canggung pun akan segera hilang dengan sendirinya.
2.      Terlambat masuk sekolah
Guru mengajak berbicara dari hati ke hati dengan si anak. Ceritakan betapa serunya kegiatan belajar di sekolah. Katakan padanya bahwa kegiatan sekolah bukan hanya dibatasi ruang kelas. Ada banyak kegiatan belajar seru yang bisa dilakukan di luar kelas yang bisa dirasakan oleh si anak
3.      Sulit Belajar   (tidak pernah fokus dalam belajar/ kegiatan/ malas)
mengajak anak-anak untuk berbicara/  ngobrol dengan ringan dan santai melatih fokus mereka dengan baik. Dengan  cara memberikan permainan singkat atau ice breaking
4.      Sulit Berteman (anak pendiam)
Mengajak teman bermain,  memberi  tugas pada anak yang dikelas supel dan pemberani utk mengajak anak pendiam bermain, selain itu guru sering meminta anak tampil ke depan. Dengan memberi anak tanggung jawab. Misalnya, memasangkan gambar, membantu ibu guru membereskan buku,  membantu temannya. Tugas-tugas itu membangun rasa percaya diri si anak.
5.      Perundungan (bullying) : suka mengejek kekurangan temannya, dan sikap agresif
Mengenalkan perbuatan baik/ tidak baik, benar salah. Menciptakan suasana  sekolah yang aman dan nyaman, dan melatih ketrampilan sosial anak : ramah, suka senyum, peduli pada sesama
6.      Membolos    (malas ke sekolah)
Memberi motivasi pada anak bahwa sekolah itu menyenangkan, karena banyak teman, banyak mainan, banyak pengalaman baru.  Memberikan kegiatan – kegiatan belajar yang menarik dengan melibatkan anak, sehingga anak  jadi suka masuk sekolah
8.      Kecanduan gadget/ dawai (suka bermain games )
Guru bekerjasama dengan orang tua:  bahwa  permainan games  dapat dijadwalkan waktu yang tepat pada anak untuk bermain gadget. Di luar itu, orangtua juga harus menyiapkan kegiatan alternatif , misalnya setiap selesai kegiatan TPQ boleh main20 -  30 menit, atau mungkin anak boleh bermain gadget hanya setiap hari minggu/ libur.
10.  Pencurian (mengambil mainan sekolah /  teman)
Guru menyampaikan dengan  baik  pada orang tua  (jangan sampai orang tua tersinggung), dan Orang tua harus  mau menemani anak untuk  mengembalikan apa yang ia ambil,. Minta anak minta maaf terhadap pemilik barang tersebut, dan minta ia tidak mengulanginya lagi. Juga menyampaikan resiko bila ketahuan mengambil barang orang lain
11.  Pornografi ( suka ngintip teman  perempuan)
Memberikan pendidikan seks  di sekolah (mengenalkan alat – alat reproduksi), mengenalkan cara menghindari orang lain yang ingin menyentuh tubuh kita baik dengan lagu atau dengan cerita boneka. Dan mengenalkan perbuatan yang dilarang agama
12.  Vandalisme  (merusak mainan sekolah)
Guru  harus mampu menemukan penyebabnya, apakah karena memang keingintahuan anak yang sangat besar, ataukah karena ada faktor emosional yang tak memiliki tempat penyaluran. Jika keingintahuan anak begitu besar, maka guru mengarahkan keinginan anak. Jika perlu, perbanyaklah mainan yang sesuai dengan kecenderungannya.  Jika terkait bertambahnya keinginan anak berkegiatan fisik; fasilitasilah. Sibukkan anak dengan kegiatan atau permainan yang banyak menggunakan fisik, ketimbang menggunakan akalnya Jangan menghalangi keingintahuan anak dan jangan membatasi petualangan anak dalam permainannya. Doronglah mereka untuk senantiasa mengembangkan dirinya, sehingga rasa percaya diri mereka pun terbentuk

Senin, 09 Desember 2019

aksi 3 menteri adu akting komedi Erick Thohir, Nadiem Makarim, Wisnuthama , KEREEEN

https://youtu.be/dSXNhFdCEUo

Pengukuhan Bunda PAUD MAGETAN

https://youtu.be/6f_ktHk-u1c

LK 7 JURNAL PRAKTEK MENGAJAR

LK 7 JURNAL PRAKTEK MENGAJAR
Nama Peserta       : SURATININGSIH
SEKOLAH          : TK NEGERI PEMBINA KAWEDANAN
JENJANG            :TK/ PAUD
ASPEK PRAKTEK PEMBELAJARAN
DESKRIPSI
DOKUMEN
KEGIATAN PENDAHULUAN
-          Penerapan SOP Pembukaan
-          Appersepsi
-          Motivasi
-          Fisik Motorik (senam)
-          Doa , salam, absensi religius
-          Bercerita tentang asal permainan  ular naga (seni) nasionalis Literasi Budaya dan kewargaan
-          Menyanyi lagu “ular naga ” (seni)
-          Mengenalkan kegiatan & aturan bermain
-          Kelas berbagi (integritas)

Description: C:\Users\hp1000\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\IMG-20191031-WA0052.jpg Description: E:\IMG-20191031-WA0020.jpg      Description: E:\IMG-20191031-WA0023.jpg
KEGIATAN INTI


1
Proses Saintifik
-          Mengamati kegiatan permainan ular naga dengan(melihat youtube/ vidio ) Litearsi Digital
-           Menanya 
-            Mengumpulkan informasi (berdiskusi) tentang permainan ular naga
-           Mengasosiasikan (membangun pemahaman baru tentang permainan ular naga: Menggradasi gambar anak bermain ular naga, Menghubungkan gambar dengan tuliasn Literasi Baca Tulis
-          Mengkomunikasikan ( anak terlibat aktif dalam permainan)
Description: E:\IMG-20191031-WA0022.jpg            Description: E:\IMG-20191031-WA0026.jpg   Description: E:\IMG-20191031-WA0026.jpg   Description: E:\IMG-20191031-WA0027.jpg Description: E:\IMG-20191031-WA0029.jpg
2
Aktivitas Pembelajaran HOTS



a.       Transfer Knowledge
-          Menghubungkan gambar dengan tulisannya (bahasa) mandiri  Litearsi Baca Tulis
-          Mewarnai gambar (mengradasi)  dengan tehnik gradasi
-          (seni) Mandiri
-          Praktek langsung / mendemonstrasikan perrmainan ular naga ( fisik motorik) kerjasama/gotong royong Litearsi Budaya dan kewargaan
Description: E:\IMG-20191031-WA0026.jpg    Description: E:\IMG-20191031-WA0024.jpg    Description: E:\IMG-20191031-WA0027.jpg                                          

b.      Critical Thinking Creativity
-          Mengamati kegiatan permainan ular naga mengumpulkan informasi tentang permainan ular naga (melihat youtube/ vidio ) Litearsi Digital
-          Berdiskusi
-          Memilih peran dalam kegiatan permainan ular naga ( kognitif) mandiri

Description: E:\IMG-20191031-WA0022.jpg

c.       Problem Solving
-          Menceritakan kgt yang telah dilakukan, kendala dan solusi  saat mengikuti permaiann ,serta mampu    menunjukkan hasil karyanya
Description: E:\IMG-20191031-WA0031.jpg
3
Kecakapan Abad 21
-          Comunication
(kegiatan mentransfer sebuah informasi baik secara lisan maupun tulisan. bercerita tentang asal mula permainan ular naga)





-          Collaboration
(saling bersinergi, beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab; bekerja secara produktif dengan yang lain




-          Critical Thingking and problem solving
(kemampuan menalar, memahami, menganalisis, dan menyelesaikan masalah.= memilih peran dan membuat kesepakatan aturan main



-          Creative , inovative
(menggradasi gambar, menghubungkan gambar dg tulisan)

 Description: E:\IMG-20191031-WA0023.jpg              


      Description: E:\IMG-20191031-WA0027.jpg 

Description: E:\IMG-20191031-WA0029.jpg

Description: E:\IMG-20191031-WA0024.jpg  Description: E:\IMG-20191031-WA0026.jpg
4
Dimensi Pengetahuan
FAKTUAL
-          Mengamati kegiatan permainan ular naga mengumpulkan informasi tentang permainan ular naga (melihat youtube/ vidio)
KONSEPTUAL
-          Memilih peran
-          Menghubungkan gambar dengan tulisannya
-          Mewarnai gambar (mengradasi)  dengan tehnik gradasi
PROSEDURAL
-          Berdiskusi, mengola informasi yang didapat  , menyusun peraturan permainan ular naga
-          Guru membimbing membuat aturan permainan
METAKOGNITIF
-          Praktek langsung / mendemonstrasikan perrmainan ular naga (lebih hemat permainan tradisionil)
     Description: E:\IMG-20191031-WA0022.jpgDescription: E:\IMG-20191031-WA0026.jpg Description: E:\IMG-20191031-WA0024.jpgDescription: E:\IMG-20191031-WA0029.jpgDescription: E:\IMG-20191031-WA0027.jpg
5
Pelaksanaan Penilaian
-          Penilaian Sikap dilaksanakan dengan lembar observasi
-          Penilaian Ketrampilan dilaksanakan dengan unjuk kerja dan hasil karya
-          Penilaian kognitif  dengan lembar tugas (Pemberian Tugas)
Program
Pengemb

KD

INDIKATOR
Nilai Agama
dan Moral

3.1-4.1
-   Anak berdoa sebelum dan sesudah belajar
-      Anak membaca doa sebelum dan sesudah makan
Motorik
2. .1

3.14 – 4.14
-      Anak terbiasa mencuci tangan dan
menggosok gigi
-      Mendemonstrasikan permainan ular naga
Sosem
2..5,

-      Anak terbiasa memberi salam
-      Anak terbiasa mengikuti aturan




dengan teman

Kognitif
3.-4.5
 -      Memilih peran dalam permainan

ular naga
Bahasa
3.12-4.12

-     Menghubungkan gambar bahan/ alat membuat alat telepon dengan tulisannya
-      Bercerita tentang asal permaian “Ular Naga”
Seni
3.15 – 4.15
-     Menyanyi Lagu baru “ ular naga”
-     Mengradasi / mewarnai gambar dg tehnik gradasi
KEGIATAN PENUTUP
Recalling
-       Merapihkan alat – alat yang telah digunakan
    - Menceritakan kgt yang telah dilakukan, kendala dan solusi serta   menunjukkan hasil karyanya
-        Menginformasikan kegiatan untuk besok
     -       Penerapan SOP penutupan
 -      Doa, salam , pulang
Description: E:\IMG-20191031-WA0031.jpg

Description: C:\Users\hp1000\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\IMG-20191031-WA0052.jpg Description: E:\IMG-20191031-WA0020.jpg Description: E:\IMG-20191031-WA0022.jpg Description: E:\IMG-20191031-WA0026.jpg  Description: E:\IMG-20191031-WA0024.jpg
Fisik Motorik/ Senam             Berdoa                   Bercerita & melihat vidio      Menghubungkan gbr & tulisan      Mengradasi Gambar
Description: E:\IMG-20191031-WA0029.jpg                  Description: E:\IMG-20191031-WA0027.jpg       Description: E:\IMG-20191031-WA0031.jpg
Memilih Peran & Kesepakatan aturan permainan            Bermain Ular Naga                     Menceritakan Kgt Bermain
Mengetahui
Kepala TK Negeri Pembina Kawedanan



SUMINI, M.MPd
NIP: 19710309 199103 2 007
                                       Kawedanan, 30 Oktober 2019
                                              Guru Kelompok B1



                                                 SURATININGSIH

Lembar Kerja Siswa
Seni 3.15/4.15 Menggradasi warna gambar anak bermain ular naga
Description: Hasil gambar untuk mewarnai gambar kartun  permainan ular naga paud"

Baca Tulis 3.12/4.12